30 November 2013

Tiga Kecamatan Dirancang Jadi Lumbung Padi

CIAMIS, (KP).- Dampak pemekaran Pangandaran menjadi daerah otonom baru, tiga kecamatan yakni Kecamatan Padaherang, Mangunjaya dan Kalipu­cang yang selama ini diandalkan sebagai lum­­bung padi Kabu­paten Ciamis hilang.

Mulai tahun 2014 Pemkab Ciamis menetapkan Keca­matan Lakbok, Purwadadi dan Kecamatan Banjarsari sebagai Kawasan Strategis Cepat Tum­buh (KSCT) yang difokuskan pada pengembangan kawasan lumbung padi Ciamis.

“Kawasan strategis pengembangan pangan khususnya ta­naman padi tingkat kabupaten ada di Banjarsari, Lakbok dan Purwadadi. Baik kebijakan pengembangan budidaya, peningkatan produksi hingga stra­getis pemasaran gabah,” ujar Kabid Perekonomian Bappeda Ciamis, Drs Moha­m­mad Iskan­dar , kepada KP Selasa, (26/­11/­2013).

Pertimbangan memilih Kecamatan Lakbok, Puwodadi dan Kecamatan Banjarsari sebagai KSCT Lumbung Padi Ciamis karena Kabupaten Ciamis berhasil mengembangkan konsep agropolitan di lima kecamatan di wilayah Ciamis Utara meliputi Keca­matan Sukamantri, Pan­jalu, Panumbangan, Cihaur­beuti dan Lumbung.

“Sejak 10 tahun lalu, kebijakan pertanian khususnya hortikultura di lima kecamatan ini terus digenjot. Hasilnya, Kecamatan Suka­mantri dan sekitarnya menjadi sentra sayur mayur Ciamis. Cabe dan tomat asal dipasok ke Pasar induk Caringin Bandung, Pasar Induk Cikarang Bekasi, Pasar Induk Keramat Jati dan Tanah Tinggi Jakarta. Hasil produk­sinya sebagian ditampung oleh perusahaan saus skala nasional dalam bentuk kerja sama,” ujarnya.

Kepala Bidang penelitian dan Pengembangan Bappeda Ciamis, Drs H. Tino Armyanto menambahkan, dari sepertiga luas sawah di Ciamis, potensi lahan pertanian padi ada di Banjarsari, Lakbok dan Pur­wadadi.

Namun budidaya bercocok tanam , baik tingkat produksi maupun pemasaran gabah di tiga kecamatan tersebut masih tradisional sehingga cukup lambat dalam peningkatan kesejahteraan petani.

Kelemahan lainnya, di tiga kecamatan tersebut masih ada ratusan hektare sawah tak bisa ditanami jika musim hujan, karena tergenang banjir akibat pendangkalan saluran pembuangan air Ciseel.

“Masih banyak sarana pra­sarana yang harus diperbaiki untuk mewujudkan tiga kecamatan itu sebagai lumbung padinya Ciamis,” ujarnya. E-29***

Sumber: kabar-priangan.com

No comments:


[CIAMIS.info]-> [close]