Ditolak RSUD Ciamis, Pasien Miskin Akhirnya Meninggal

CIAMIS, (PRLM).- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciamis kembali menolak pasien dengan jaminan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kali ini, pasien yang ditolak jaminan SKTM-nya adalah Abdul Rohman (53) warga Dusun Karanganyar RT. 21 RW 8 Desa/Kecamatan Cigugur, Ciamis selatan.

Akibatnya, pasien terpaksa harus pulang ke rumahnya. Karena sakitnya parah, sepulang dari RSUD Ciamis, pasien meninggal di rumahnya, Kamis (21/4) sore, sekira pukul 17.30.

Menurut anggota DPRD Ciamis Wowo Kustiwa kepada "PRLM", Jumat (22/4), pasien pengidap penyakit ginjal itu sepengetahuannya sempat dirawat di RSUD Ciamis selama 2 hari sejak Selasa (19/4). Pasien berharap bisa sembuh.

Akan tetapi, karena Jaminan SKTM-nya ditolak RSUD dan keluarga tak kuat menanggung biaya, pasien terpaksa dibawa pulang menggunakan bis umum menuju Cigugur pada Kamis siang. "Ternyata, menurut informasi diterima saya, sekira lima menit setibanya di rumah, pasien meninggal dunia," kata Wowo.

Hal itu senada dengan keterangan Siti, salahsatu adik korban ketika dihubungi melalui telepon selulernya. Menurut Siti, setibanya dari rumah sakit, kakaknya duduk di kursi. Namun sekira lima menit kemudian kakaknya meninggal dunia.

"Kami sedih sekali, Pak. Jauh-jauh dari Cigugur untuk mencari kesembuhan, ternyata kenyataannya seperti ini," kata Siti dengan nada parau. Siti mengaku, keluarganya memang termasuk keluarga tidak mampu.

Wowo menjelaskan, saat dia mengetahui Abdul Rohman ditolak jaminan SKTM-nya, sempat menemui manajemen RSUD agar bisa meringankan beban biaya perawatannya. Akan tetapi tidak ditanggapi manajemen. “Saya sempat menemui pihak RSUD agar Abdul Rahman bisa dijamin perawatannya oleh SKTM karena dia benar-benar orang miskin yang sakit parah, tapi tidak ditanggapi,” ungkapnya.

Atas hal itu, Wowo mengaku heran dengan manajemen RSUD saat ini. Pasalnya, yang ditolak sekarang bukan hanya pasien miskin non emergency saja, tetapi juga pasien miskin yang sakit parah dan diketahui sekaratpun SKTM-nya tetap ditolak.

Wowo menambahkan, pasien memang sempat disarankan untuk dirawat di Bandung. Namun karena tidak mampu, saran itu tidak dilaksanakan. “Seharusnya RSUD Ciamis bisa mengambil kebijakan untuk meringankan pasien miskin yang mengidap penyakit parah,“ kata dia.

Hingga berita ini disusun "PRLM" belum berhasil mengkonfirmasi kasus itu ke manajemen RSUD Ciamis, karena pihak manajemen yang bertanggungjawab sedang tidak ada di tempat, mengingat hari sedang libur.

Namun sebelumnya, Bupati Ciamis Engkon Komara mengharapkan agar pihak RSUD selalu memperhatikan pasien-pasien yang memang sangat membutuhkan perhatian. "Bila ada pasien-pasien khusus, Pemkab bisa membantu," kata dia. (A-112/das)***


sumber: PR Online

0 komentar:

Post a Comment